Selasa, 10 Maret 2015

Perception Always Exception : The Last

My perception is finding stupid love then put it off my list, till you truly realize who there when you low and high.

Pada sore hari dilamunan kerja aku hapeku bergetar dan langsung ku cek ipone dan ada bbm dari papanya. Papanya? siapa? tahan aku akan menjawabnya nanti. Lalu pesan itu mendorongku untuk segera kerumahnya dan menemuinya "oh rumahnya sudah jadi" kataku. Langsung sigap ku search kontak dengan huruf awal A. Ku bbm dia dan tak lama dia membalas, ya benar yang tadi mengirim pesan itu papanya si A. Aku tak mau menceritakan isi pesanku kepadanya, aku hanya ingin aku dan dia yang tau karena percakapan itu berarti walapun sebenarnya hanya percakapan biasa entah aku bisa berfikir demikian.

Sorenya di suau meeting, aku mengetik pesan kepadanya "aku lagi meeting, mungkin aku telat" sebenarnya aku udah dari tadi meeting, selesai meeting sekitar pukul 5:15 semua staff mengajak makan bakso yang cukup terkenal di ciledug. Aku ingin menolak karena aku sudah ada janji dengannya tapi keadaan memaksaku ikut. Waktu menunjukan hampir jam 6, aku panik harus bagaimana, aku memiliki janji dengannya set 5, istri bosku bilang "lia ada acara? kita semua mau karokean?" , "iya ada bu hehe" dengan senyam senyum, "ohiya lia kan malem minggu kemaren ga sama pacarnya, sekarang sm pacarnya hehe, yaudah gpp dia jemput kamu kan?" lalu aku spontan melotot dan jadi bingung ingat bahwa dia bilang tidak bisa menjemputku. "hah, hmm ..." jawabku, lalu bosku bilang "ya harus mau jemputlah lia" spontan istinya bos bilang "iya lia kalo dia ga mau jemput ngapain kamu masih pacaran sama dia" ku hanya bisa tersenyam senyum dan menjawab "iya bu dia jemput" walaupun dalam hati sebenarnya dia tidak jemput dan sempat bingung keadaan kantor sepi, tas dan dompet disana, lalu aku mengirim pesan untuk dia segera menjemputku, dengan cepat dia jawab bisa dan segera ketempat bakso tempatku makan. Lalu aku menunggunya sendiri teman2 sudah pergi. 20 menit kemudian dia datang dengan motor untuk menghindari macetnya ciledug indah kami menelusuri tempat kantorku. Tak lama dijalan berhenti di pom bensin dan dia solat aku melihatnya memandanginya dan aku tidak bisa berhenti tersenyum, sesudah itu kami ingin meneruskan perjalanan tiba2 hujan rintik2, dia membuka jok motor dan memberikan ku jas hujan "pakai ini" , "tidak, kamu saja yang pakai" , "kamu pakai ya", "terus kamu?", lalu aku pakai jas hujan itu dan melanjutkan perjalanan. Sejenak memori SMA kami teringat "udah lama ga lewat sini" katanya, betapa bahagianya menelusuri jalanan itu masa2 SMA, kebetulan kantor aku deket banget sama SMA aku dan dia, saat dimana kami menjalin kasih. Sampailah kita ke tempat kantor, disana ada tamu dan beberapa bisa kuatasi, ku ajak masuk dia kedalam kantor, ya hanya dia orang asing yang baru aku ajak masuk kekantor sampai tempat dimana aku duduk untuk kerja dia tau.

Hujan berhenti, lalu kami melajutkan perjalanan kerumahnya. Sesampainya, betapa aku sangat merindukan adik adiknya, mereka sangat menyanyangiku, mereka sangat welcome dan mencintaiku, ketika ku datang kerumahnya aku bisa melihat adik2nya sangat senang seperti menantikanku. Tak lama aku memeluk mereka, aku baru kali ini mendapatkan keluarga yang sangat menyayangiku, bahkan adikku tidak pernah menyayangiku seperti mereka, papanya sangat terlihat menyukaiku, papaku saja bahkan tidak pernah seperti dia, mamanya sangat ingin aku suatu saat nanti menikah dengan A, mamaku bahkan tidak pernah memikirkan bahkan bertanya dengan siapa saja aku berkencan? Karena yang hanya dia tau hanya si A. Aku tidak lama disana, lalu dia mengajakku jalan malam itu jam set 8 lewat, aku tidak bisa menolak ajakaan itu dan tidak lama kemudian dia mengeluarkan mobil dari bagasinya dan kami berdua pergi makan ke salah satu tempat pizza. Kami berbicara banyak tentang dia dan aku, terakhir aku mengingat dia bilang "aku disini sabtu dan minggu, disini juga kalo sabtu ga kemana mana, gaada yang nemenin juga" seingatku. lalu aku menyaut "kan sekarang ada aku yang temenin kamu", dengan spontan dia bilang "oh iya temen yaa, hhm" ku hanya tersenyum saja, kutau maksud perkatannya ingin sebenarnya didalam hati terpendam mau bilang "aku sama kamu bukan temen, tapi kamu keluarga aku. Kan nanti keluarga aku jd keluarga kamu, dan keluargamu jadi keluargaku". Setelah makan pizza, dia mengantarku pulang, kami berbicara banyak di dalam mobil, sebenarnya dia sih yg banyak berbicara hhe, tapi aku senang aja mendengarnya. Ga terasa sudah sampai rumah dan aku harus berpisah dengannya.

Betapa aku sangat bahagia hari itu, walaupun hanya sehari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar