My perception is that not what you thinking and my prediction always right even i choose the fault think.
Pada malam itu ketika aku terjebak dalam lamunan sanyu malam yang hening dan sepi hanya terlantunkan satu kata yaitu "melupakannya"
Kata yang sederhana tapi penuh makna, penuh kata, penuh rasa, penuh penyesalan, penuh sakit hati, dan penuh mengikhaskan.
Seribu bahasa yang bisa mencerminkan isi hatiku pada malam itu, tak dibendungi lagi hujan yang selama ini tertahan diatas. Diatas keresahaan yang entah sampai kapan berakhir.
Melihat kau dengannya menjadikanku seperti ranting yang hanpir patah tetapi mencoba untuk bertahan, seperti ada badai datang dan kau membiarkannya badai itu memasukimu.
Menusuk jemariku untuk segera memberitahumu bahwa aku harus mendengar semua itu hanyalah palsu. Tenggorokan terasa sakit, mataku terasa layu, senyumku memudar. pikiranku takkaruan, hanya satu perasaan saat itu "aku ingin marah".
Kau terlihat bahagia dengannya, hak apa yang aku punya juga?
Takk ada hanya perlu berpikir, tuhan apakah aku ditakdirkan untuk disakiti
Melihat kisah yang begitu menarik dalam cintaku, aku tak peduli orang beranggapan apa tentang sikapku terhadap cinta yang mungkin berlebihan, pemilih dan misterius, mungkin itu menarik pria untuk mendekatiku. Argument yang mengatakan keterbalikan fakta dan kesenjangan semata membuat ku belajar bahwa dimana ada udara dan air yang masing masing saling membutuhkan, jika kau tidak mengerti apa maksudku, Bayangkan air tanpa udara kita tenggelam, udara tanpa air kita tidak bisa hidup "so dont judge".
to be continue ............
Tidak ada komentar:
Posting Komentar