Rabu, 05 Agustus 2015

Out On My Own

Apa ada yang lebih baik dari menangis ? Tidak ada.

Terbelit diantara ketidakadilan yang membuat aku terjebak dalam situasi yang sulit, membuat ingin menangis, ingin bertanya kenapa aku sebodoh ini? kuatkah? mampukah? aku harus apa? salah? iyaa memang salah, salah teruss kapan berubah? iya aku memang seperti ini, haruskah salahkan otak pikiran kenapa sampai membuat kesalahan? atau nasib? logikakah? tidak ada yang lebih menyakitkan dari kata menyedihkan. Menangis? puaskah? lihatlah menangis tak sesulit yang dibayangkan, hati bukan hanya tataan atau aturan tapi hati itu perasaan, saat goyah ya goyah saat senang ya senang.

Lakukan dengan baik tentang masalah, dan ketidaktahuan terkadang mampu mengubah masalah, terjebak dalam ketidakpahaman tambah menambah masalah, haruskah manusia sempurna? tidakbisakah membuat kesalahan? haruskah aku memiliki jiwa seperti ini? tidakkk, yang perlu dimengerti adalah mengapa aku begini?.

Teruslah menangis, memendam keahlianku, tapi ketika ingin menangis tetapi harus ditahan itu bukan keahlianku. Aku bukan wonder woman yang berusaha keras untuk menjadi wonder woman, sesuatu yang tidak sepadan tidak patut untuk diperjuangkan, tetapi itu bukan keahlianku, menjalaninya dan berusaha itu keahlianku.

So what am I suppposed to do?
I'm on my own
Am I gonna be alone?
And If it's only me, myself and I, WILL I BE FINE?
So far from home
And I don't know
Am I gonna make it? BRAVE ENOUGH TO TAKE THIS ROAD?
OUT ON MY OWN :"(


Sabtu, 01 Agustus 2015

Sorry.......If One Day I Wouldn't Know You At All

Tidak ada yang lebih menyakitkan ketika orang di sekitar kita menyakitkan, orang yang paling disayangi bahkan menganggap dia spesial, mengapa harus ada rasa sakit? Bukan untuk menjadikan dewasa, tapi untuk mengetahui apa arti menyanyangi sesungguhnya. 

Dia sangat spesial bahkan kutaruhkan jauh di lubuk hati yang paling dalam agar aku mampu setiap hari mengingatnya, memang aku punya salah dengannya dan aku menyadarinya tidak ada yang lebih baik dari kata "Minta Maap". Tetapi setelah kesabaran ini sudah benar benar di ujung tanduk yang sebelumnya sudah pernah aku rasakan yang bisa ku maafkan, tetapi hati ini seperti mudah bagimu untuk dihancurkan, itu membuatku menyadari bahwa sekarang aku mulai benar benar membencinya, semua yang kulakukan sia sia, bahwa aku ingin tidak mau mengingatnya lagi, ingin menghapus semua sosial media tentangnya, ingin sekali mencampakannya, tapi yang bisa kulakukan hanyalam DIAM.

Tidak ada yang tau kedepannya aku akan bagaimana, seperti hidup yang menyedihkan dan sendiri, seperti aku yang salah tapi masih bertanya salahku apa, seperti apa mungkin orang orang pernah aku sakiti dan memang aku menyesal, seperti atau mungkin orang hanya ingin menghancurkan hidupku, seperti tuhan memberi pelajaran tentang hidup dan karma atau seperti ini adalah takdir.

Maafkan aku jika suatu saat kata maafmu tidak bisa mengobatiku dan maafkan aku jika suatu saat aku ingin tidak mengenalmu.